BAB 5 PERSAMAAN REAKSI

 

PERSAMAAN REAKSI

Ananda yang hebat, pada suatu reaksi kimia terdapat dua jenis zat yaitu pereaksi atau reaktan dan produk atau hasil reaksi. Penulisan reaksi dengan menyatakan lambang unsur atau rumus kimia senyawa yang terlibat dalam reaksi disebut persamaan reaksi. Rumus umum persamaan reaksi sebagai berikut.

mA  +  nB       pC  +  qD

 Reaktan           Produk

 

Jika Ananda menjumpai reaksi kimia yang belum setara (jumlah atom unsur ruas kiri tidak sama dengan jumlah atom unsur ruas kanan), maka harus disetarakan dulu atau lebih dikenal dengan istilah penyetaraan reaksi kimia. Untuk dapat menyetarakan reaksi kimia silakan Ananda pahami uraian berikut.

1. Aturan penulisan persamaan reaksi

Persamaan reaksi menyatakan kesetaraan jumlah zat-zat yang bereaksi dengan jumlah zat-zat hasil reaksi. Untuk menyatakannya digunakan rumus kimia zat-zat, koefisien reaksi, dan wujud zat.

Perhatikan contoh berikut:

2Na (s) + Cl2 (g) → 2NaCl (s)

a. Rumus kimia zat-zat

Zat-zat yang terlibat dalam reaksi kimia dinyatakan oleh rumus kimianya.

Rumus pereaksi diletakkan di ruas kiri dan hasil reaksi diletakkan di ruas kanan. Kedua ruas dihubungkan oleh tanda panah yang menyatakan arah reaksi.

b. Koefisien reaksi

Koefisien reaksi menyatakan jumlah partikel dari setiap pereaksi dan produk reaksi. Pada contoh di atas, 2 molekul Na bereaksi dengan 1 molekul Cl2 menghasilkan 2 molekul NaCl. Koefisien reaksi 1 umumnya tidak ditulis.

Untuk menghitung jumlah atom unsur, Ananda perhatikan berikut.

Rumus menghitung jumlah atom unsur :

Jumlah atom unsur = indeks X koefisien

Contoh :

Pada 3 molekul H2O di atas terdapat 6 atom H dan 3 atom O

 

Pada suatu persamaan reaksi kimia berlaku :

Jumlah atom dari setiap unsur di ruas kiri = Jumlah atom dari setiap unsur di ruaskanan

Jika suatu reaksi kimia belum setara maka harus disetarakan dulu dengan urutan atom-atom yang disetarakan sebagai berikut :

Atom Logam – Atom Non Logam selain H dan O – Atom H – Atom O – Unsur bebas

c. Wujud zat

Meskipun bukan keharusan, terkadang kita perlu mencantumkan wujud zat- zat yang terlibat dalam suatu reaksi. Wujud zat ditulis dengan singkatan dalam tanda kurung, sebagai subskrip di belakang rumus kimia zat yang bersangkutan.

Wujud Zat

Subskrip

Padat (solid)

s

Cair (liquid)

l

Gas (gas)

g

Larut dalam air (aqueous)

aq

Contoh soal:

Setarakan reaksi berikut:

Fe + O2 → Fe2O3

§  Atom Fe di kiri ada 1 dan di kanan ada 2, maka yang di kiri dikalikan 2:

2Fe + O2 → Fe2O3

§  Atom O di kiri ada 2 dan di kanan ada 3, maka yang di kiri dikalikan 3/2:

2Fe + 3/2 O2 → Fe2O3

§  Agar tidak ada pecahan, maka semua ruas dikalikan 2:

4Fe + 3O2 → 2Fe2O3   (setara)

2. Kiat penyetaraan persamaaan reaksi

Sebagian besar persamaan reaksi sederhana dapat disetarakan dengan mudah. Untuk menyetarakan reaksi-reaksi yang cukup sulit, kita dapat memakai “metode abjad”.

Perhatikan contoh berikut:

Pb (NO3)2 → PbO + NO2 + O2

§   Masing-masing koefisien dimisalkan dengan huruf:

a Pb(NO3)2  → b PbO + c NO2 + d O2

    ruas kiri   =    ruas kanan

Jumlah atom: 

Pb  a  =  b

N  2a  =  c

O  6a =  b + 2c + 2d (*)

§   Salah satu koefisien huruf dimisalkan dengan angka. Misalnya, a =1:

b = a

b = 1

c  =  2a =  2 × 1 =  2

Untuk mencari d, maka harga a, b, c dimasukkan ke persamaan (*):

6a  = b + 2c + 2d

6 × 1  = 1 + (2 x 2) + 2d

6   = 5 + 2d

d   = 1/2

Diperoleh harga koefisien a = 1, b = 1, c = 2, dan d = 1/2, maka:

1Pb (NO3)2 → 1PbO + 2NO2 + 1/2O2

§   Agar tidak ada koefisien berbentuk pecahan, maka masing-masing ruas dikalikan 2:

2Pb(NO3)2 → 2PbO + 4NO2 + O2  (setara)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tata nama senyawa

BAB HUKUM DASAR KIMIA