BAB 3 PARTIKEL MATERI - TEORI ATOM
PERKEMBANGAN MODEL ATOM
Pernakah kalian mengamati gula pasir atau garam dapur yang dihaluskan? Butiran – butiran gula pasir atau garam dapur yang terbentuk apakah masih memiliki sifat gula atau garam dapur ? Tentunya butiran – butiran tersebut masih memiliki sifat zat asalnya. Coba kalian perhatikan proses pelarutan gula pasir pada gambar dibawah ini !
Setiap materi,misalnya gula pasir jika ditumbuk sampai halus maka sifat butir-butir yang terkecil sekalipun masih serupa dengan sifat gula pasir semula, hanya ukurannya saja yang berubah. Apabila proses pemecahannya diteruskan hasilnya tetap masih mempunyai sifat-sifat gula pasir. Bahkan ketika dimasukkan dalam airpun rasa manis gula pasir masih bisa dirasakan.
Gambar 1.1. Proses Pelarutan Gula
Butir – butir gula pasir yang terkecil ini pada awalnya dinamakan dengan partikel. Dengan demikian,setiap materi gula pasir yang kita kenal terdiri atas kumpulan partikel gula pasir yang jumlahnya banyak sekali. Setiap materi bukan merupakan satu kesatuan,tetapi merupakan kumpulan dari partikel – partikel yang sangat banyak. Oleh karena partikel – partikel itu terdiri atas satu kesatuan maka berarti setiap materi terdiri atas bagian – bagian yang diskontinu (terputus – putus). Pemikiran ini mendasari pengertian tentang atom yang telah mengalami perkembangan cukup lama. Teori Atom merupakan salah satu teori yang digunakan untuk mengenali sifat dari sebuah benda. Menurut sejarah yang tercatat, penemu Teori Atom adalah seorang yang berasal dari Yunani, yakni Democritus, berikut perkembangan teori atom dari zaman ke zaman:
1. Model Atom Dalton
John
Dalton (1776-1844) adalah ilmuwan yang pertama mengembangkan model atom pada
1803 hingga 1808. Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola
pejal seperti tolak peluru. Teori atom Dalton didasarkan pada anggapan:
• Semua benda tersusun atas atom
• Atom-atom tidak dapat dibagi
maupun dipecah menjadi bagian lain
• Atom-atom tidak dapat dicipta
maupun dihancurkan
• Atom-atom dari unsur tertentu
adalah indentik satu terhadap lainnya dalam ukuran, massa, dan sifat-sifat yang
lain, namun mereka berbeda dari atom-atom dari unsur-unsur yang lain.
• Perubahan kimia merupakan
penyatuan atau pemisahan dari atom-atom yang tak dapat dibagi, sehingga atom
tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan.
Gambar 1.2 Model Atom Dalton
Namun
sayangnya, teori Dalton tidak dapat menjelaskan bagaimana atom sebagai bola
pejal dapat menghantarkan arus listrik. Padahal, listrik adalah elektron yang
bergerak. Ia tak sempat membuktikan partikel lain yang menghantarkan arus
listrik.
Secara
garis besarnya Teori Dalton memiliki kelemahan antara lain:
• Masih ada partikel sub atomik
yang menyusun atom (proton, neutron, elektron)
• Atom atom dari unsur yang sama
dapat mempunyai massa yang berbeda
• Tidak mengenal muatan/ sifat
listrik materi sehingga tidak bisa menjelaskan bagaimana cara atom dapat
berikatan
• Beberapa unsur tidak terdiri dari atom-atom melainkan molekul, seperti molekul unsur terbentuk dari atom sejenis dengan jumlah tertentu.
2. Model Atom Thomson
Pada
awal abad ke-20, JJ Thomson menggambarkan atom seperti bola pejal, yaitu bola
padat yang bermuatan positif. Di permukaannya, tersebar elektron yang bermuatan
negatif. Thomson membuktikan adanya partikel yang bermuatan negatif dalam
atom..
Gambar 1.3. Model Atom Thomson
Namun sayangnya teori atom Thomson juga memiliki
kekurangan, yaitu
• tidak adanya lintasan elektron
dan tingkat energi.
• tidak dapat menjelaskan susunan muatan positif dan negatif dalam atom
3. Model Atom Rutherford
Ernest Rutherford, ahli fisika kelahiran Selandia Baru
adalah salah satu tokoh yang
berjasa dalam pengembangan model atom. Rutherford membuat
model atom
seperti tata surya.
• Atom adalah bola berongga yang
tersusun dari inti atom dan elektron yang mengelilinginya.
• Inti atom bermuatan positif. Selain itu, massa atom terpusat apda inti atom.
Model ini persis seperti bagaimana planet mengelilingi
matahari. Rutherford berjasa mengenalkan
konsep lintasan atau kedudukan elektron yang kelak disebut dengan kulit atom.
Namun model atom Rutherford tidak dapat menjelaskan mengapa elektron tidak
jatuh ke dalam inti atom.
Model Atom
Rutherford
Gambar 1.4 Model Atom Rutherford
4. Model Atom Niels Bohr
Niels Bohr, ahli fisika dari Denmark adalah ilmuwan
pertama yang mengembangkan teori struktur atom pada 1913. Teori tentang sifat
atom yang didapat dari pengamatan Bohr:
• Atom terdiri dari inti yang
bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam
suatu lintasan.
• Elektron bisa berpindah dari
satu lintasan ke lintasan yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi
sehingge energi elektron atom itu tidak akan berkurang
• Jika berpindah ke lintasan
yang lebih tinggi, elektron akan menyerap energi.
• Jika berpindah ke lintasan
yang lebih rendah, elektron akan memancarkan energi.
Kedudukan elektron-elektron pada tingkat-tingkat energi
tertentu yang disebut
kulit-kulit elektron.
Gambar 1.5 Model atom Niels Bohr
Menunjukkan bahwa atom terdiri dari beberapa kulit. Kulit
ini adalah tempat berpindahnya elektron. Kesimpulan yang diperoleh adalah
selama electron-elektron berada di lintasan energinya relatif tetap.
Elektron-elektron yang berputar mengelilingi inti atom berada pada lintasan
atau tingkat energi tertentu yang kemudian dikenal dengan sebutan kulit atom.
Dasar inilah yang digunakan untuk menentukan konfigurasi elektron suatu
atom.Namun model atom Bohr memiliki
Kelemahan,yaitu :
• Adanya radius dan orbit. Ini
tidak sesuai dengan Prinsip Ketidakpastian Heisenberg yang menyatakan radius
tidak bisa ada bersamaan dengan orbit.
• Selain itu, model atom Bohr juga tidak menjelaskan Efek Zeeman. Efek Zeeman adalah ketika garis spektrum terbagi karena adanya medan magnet
5. Model Atom Mekanika Kuatum
Setelah abad ke-20, pemahaman mengenai atom makin terang
benderang. Model atom modern yang kita yakini sekarang, telah disempurnakan
oleh Erwin Schrodinger pada 1926. Schrodinger menjelaskan partikel tak hanya
gelombang, melainkan gelombang probabilitas. Kulit-kulit elektrin bukan
kedudukan yang pasti dari suatu elektron, namun hanya suatu probabilitas atau
kebolehjadian saja. Sebelumnya, Werner Heisenberg juga mengembangkan teori
mekanika kuantum dengan prinsip ketidakpastian. Prinsip tersebut kurang lebih
berbunyi: "Tidak mungkin dapat ditentukan kedudukan dan momentum suatu
benda secara seksama
pada saat bersamaan, yang dapat ditentukan adalah
kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti atom." Awan
elektron di sekitar inti menunjukkan tempat kebolehjadian ditemukannya elektron
yang disebut orbital dimana orbital menggambarkan tingkat energi elektron.
Orbital-orbital dengan tingkat energi yang sama atau nyaris sama akan membentuk
sub-kulit. Kumpulan beberapa sub-kulit akan membentuk kulit. Dengan demikian,
kulit terdiri dari beberapa sub-kulit, dan sub-kulit terdiri dari beberapa
orbital.
Model atom dengan orbital lintasan elektron ini disebut
sebagai model atom modern atau model atom mekanika kuantum yang berlaku hingga
saat ini
Gambar 1.6
Orbital pada model atom mekanika kuantum
Berdasarkan perkembangan teori atom yang sudah kalian
pelajari sebelumnya,dapat disimpulkan bahwa di dalam atom terdapat inti atom
dan partikel-partikel yang menyusunnya. Partikel – partikel tersebut antara
lain; elektron,proton dan neutron.


Komentar
Posting Komentar